Panduan Lengkap Jasa Impor Besi & Baja untuk Perusahaan di Indonesia
Jasa impor besi & baja menjadi solusi penting bagi perusahaan di Indonesia yang membutuhkan material, komponen, maupun produk industri dari supplier luar negeri. Proses impor tidak hanya berkaitan dengan pengiriman barang, tetapi juga mencakup pemeriksaan HS Code, dokumen, legalitas importir, metode pengiriman, proses kepabeanan, hingga distribusi barang ke lokasi tujuan.
Kebutuhan tersebut banyak ditemukan pada perusahaan konstruksi, manufaktur, fabrikasi, distributor, supplier, developer, trading company, dan berbagai sektor industri lainnya. Produk yang diimpor juga sangat beragam, mulai dari H-Beam, Wide Flange, steel plate, steel coil, pipa baja, stainless steel, fitting, flange, structural steel, fastener, hingga komponen mesin. Agar proses berjalan lebih terarah, perusahaan perlu memahami tahapan impor sejak sebelum barang diberangkatkan dari negara asal.
Apa Itu Jasa Impor Besi & Baja?
Jasa impor besi dan baja merupakan layanan yang membantu perusahaan menangani berbagai proses yang berkaitan dengan pemasukan barang dari luar negeri ke Indonesia.
Ruang lingkup layanan dapat berbeda sesuai jenis barang dan kebutuhan shipment.
Secara umum, layanan dapat mencakup:
- konsultasi kebutuhan impor;
- pemeriksaan data barang;
- pengecekan dokumen;
- koordinasi dengan supplier;
- sea freight;
- air freight;
- undername import;
- customs clearance;
- trucking;
- warehousing;
- pengiriman menuju lokasi tujuan.
Untuk produk besi dan baja, proses pemeriksaan awal sangat penting karena satu produk dapat mempunyai ketentuan berbeda berdasarkan material, fungsi, ukuran, dan HS Code.

Mengapa Impor Besi dan Baja Perlu Dipersiapkan dengan Baik?
Material besi dan baja memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan banyak produk konsumsi.
Berat, ukuran, cara handling, serta klasifikasi barang perlu diperhatikan sejak awal.
Berat dan dimensi barang
Produk seperti steel coil, steel plate, H-Beam, WF, dan pipa industri dapat mempunyai berat yang besar.
Kondisi tersebut dapat memengaruhi:
- jenis container;
- metode loading;
- kebutuhan alat handling;
- biaya freight;
- kapasitas kendaraan;
- kebutuhan warehouse;
- proses unloading di lokasi tujuan.
Data berat dan dimensi yang akurat membantu perusahaan menentukan metode pengiriman yang lebih sesuai.
Spesifikasi barang harus jelas
Deskripsi umum seperti “pipa baja” atau “plat besi” sering kali belum cukup.
Informasi yang lebih lengkap dapat meliputi:
- material;
- ukuran;
- ketebalan;
- diameter;
- panjang;
- fungsi;
- proses produksi;
- komposisi;
- penggunaan akhir.
Data teknis tersebut dapat membantu proses identifikasi dan klasifikasi barang.
Pentingnya HS Code dalam Impor Besi & Baja
HS Code merupakan sistem klasifikasi barang yang digunakan dalam perdagangan internasional.
Kode ini berhubungan dengan berbagai aspek proses impor.
Beberapa hal yang dapat dipengaruhi oleh HS Code antara lain:
- tarif bea masuk;
- pajak impor;
- ketentuan larangan dan pembatasan;
- dokumen tambahan;
- perizinan;
- persyaratan teknis.
Perusahaan tidak disarankan menentukan HS Code hanya berdasarkan nama produk yang diberikan supplier.
Barang dengan bentuk hampir sama dapat memiliki klasifikasi berbeda apabila material, fungsi, atau spesifikasinya tidak sama.
Untuk membantu proses pemeriksaan, siapkan:
- foto barang;
- katalog produk;
- technical datasheet;
- material specification;
- fungsi barang;
- ukuran;
- informasi penggunaan.
Regulasi Impor Besi dan Baja di Indonesia
Impor besi dan baja termasuk sektor yang perlu memperhatikan regulasi perdagangan.
Perusahaan harus memeriksa ketentuan terbaru sebelum melakukan pengiriman.
Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 22 Tahun 2025 mengatur kebijakan dan pengaturan impor barang industri tertentu. Besi atau baja, baja paduan, dan produk turunannya termasuk dalam kelompok barang yang pengaturannya perlu diperhatikan berdasarkan HS Code serta kondisi importir.
Beberapa jenis barang dapat memiliki persyaratan seperti:
- Persetujuan Impor;
- Laporan Surveyor;
- ketentuan API-U;
- ketentuan API-P;
- persyaratan tambahan sesuai klasifikasi barang.
Karena itu, pemeriksaan sebaiknya dilakukan sebelum barang diberangkatkan.
Mengirim barang terlebih dahulu tanpa memahami ketentuannya dapat meningkatkan risiko kendala pada saat barang tiba di Indonesia.

Tahapan Jasa Impor Besi & Baja
Setiap shipment dapat memiliki proses berbeda. Namun, secara umum tahapan jasa impor dapat dijelaskan sebagai berikut.
1. Konsultasi kebutuhan
Tahap pertama dimulai dengan menyampaikan informasi barang.
Data yang sebaiknya disiapkan meliputi:
- nama barang;
- foto;
- spesifikasi;
- HS Code jika tersedia;
- negara asal;
- lokasi supplier;
- jumlah;
- berat;
- volume;
- nilai barang;
- lokasi tujuan.
Data tersebut membantu proses pemeriksaan awal.
2. Pemeriksaan barang dan dokumen
Setelah informasi diterima, jenis barang dan dokumen dapat dipelajari.
Dokumen awal dapat mencakup:
- commercial invoice;
- packing list;
- product catalogue;
- technical datasheet;
- purchase order;
- dokumen perusahaan.
Apabila terdapat data yang belum jelas, perusahaan dapat melengkapinya sebelum shipment dilanjutkan.
3. Menentukan skema impor
Tahap berikutnya adalah menentukan skema yang sesuai dengan kondisi perusahaan.
Perusahaan yang memiliki legalitas impor sesuai kebutuhan dapat menggunakan legalitas sendiri.
Untuk perusahaan yang belum memiliki fasilitas yang sesuai, opsi undername import dapat dikonsultasikan terlebih dahulu.
4. Menentukan metode pengiriman
Metode pengiriman ditentukan berdasarkan berat, volume, ukuran, serta kebutuhan waktu.
Pilihan yang umum digunakan yaitu:
- sea freight;
- air freight.
Barang dengan berat dan volume besar biasanya lebih cocok menggunakan jalur laut.
Komponen yang bersifat mendesak dapat mempertimbangkan pengiriman udara.
5. Pengiriman dari negara asal
Setelah dokumen dan skema siap, barang dapat diproses dari supplier.
Tahap ini dapat mencakup:
- pickup;
- trucking;
- warehouse;
- export handling;
- stuffing;
- loading;
- pengiriman internasional.
Koordinasi yang baik membantu mengurangi kendala pada tahap berikutnya.
6. Proses kepabeanan
Ketika barang tiba di Indonesia, proses kepabeanan perlu diselesaikan.
Untuk impor yang digunakan di dalam negeri, prosesnya dapat melibatkan Pemberitahuan Impor Barang atau PIB.
Dokumen pelengkap biasanya mencakup:
- invoice;
- packing list;
- Bill of Lading;
- Airway Bill;
- dokumen identifikasi barang;
- dokumen pemenuhan persyaratan impor.
7. Pengiriman ke lokasi tujuan
Setelah proses pengeluaran barang selesai, cargo dapat dikirim ke lokasi penerima.
Tujuannya dapat berupa:
- pabrik;
- warehouse;
- proyek;
- workshop;
- distributor;
- lokasi konstruksi.

Dokumen yang Umumnya Dibutuhkan
Dokumen yang diperlukan dalam proses impor dapat berbeda pada setiap shipment, tergantung jenis barang, negara asal, jalur pengiriman, serta ketentuan yang berlaku. Meski demikian, beberapa dokumen berikut umumnya digunakan sebagai bagian dari proses administrasi, transportasi, dan kepabeanan.
1. Commercial Invoice
Commercial Invoice memuat informasi transaksi antara penjual dan pembeli. Dokumen ini menjadi salah satu referensi utama untuk mengetahui nilai transaksi serta detail barang yang diimpor.
Informasi yang biasanya tercantum meliputi:
- Nama supplier
- Nama buyer
- Deskripsi barang
- Jumlah barang
- Harga satuan
- Total nilai transaksi
- Mata uang transaksi
- Informasi pembayaran
Deskripsi barang sebaiknya ditulis secara jelas dan sesuai dengan kondisi produk sebenarnya agar tidak menimbulkan perbedaan informasi pada proses pemeriksaan dokumen.
2. Packing List
Packing List menjelaskan rincian fisik dan kemasan barang yang dikirim. Informasi dalam dokumen ini membantu proses pengecekan muatan, perhitungan logistik, serta penanganan barang selama pengiriman.
Data yang umum dicantumkan antara lain:
- Jumlah package
- Gross weight
- Net weight
- Dimensi barang atau kemasan
- Volume atau CBM
- Jenis kemasan
- Jumlah barang dalam setiap package
Informasi tersebut sangat penting terutama untuk besi, baja, mesin, dan material industri yang memiliki berat serta dimensi besar.
3. Bill of Lading dan Airway Bill
Bill of Lading atau B/L digunakan pada pengiriman barang melalui jalur laut, sedangkan Airway Bill atau AWB digunakan untuk pengiriman melalui udara.
Kedua dokumen tersebut biasanya memuat informasi seperti:
- Nama shipper
- Nama consignee
- Pelabuhan atau bandara asal
- Pelabuhan atau bandara tujuan
- Detail barang
- Jumlah package
- Data pengangkutan
Dokumen transportasi ini menjadi bagian penting dalam proses pengiriman internasional, pengambilan barang, dan administrasi kepabeanan.
4. Dokumen Pendukung
Selain dokumen utama, jenis barang tertentu dapat memerlukan dokumen tambahan sesuai karakter produk dan ketentuan impornya. Kebutuhan tersebut sebaiknya diperiksa sejak awal sebelum shipment diproses.
Dokumen pendukung dapat mencakup:
- Certificate of Origin
- Spesifikasi teknis produk
- Material specification
- Mill Test Certificate
- Katalog atau foto produk
- Dokumen perizinan impor
- Dokumen inspeksi apabila diperlukan
- Dokumen lain sesuai HS Code dan jenis barang
Kelengkapan dokumen perlu disesuaikan dengan barang yang akan diimpor. Pemeriksaan awal membantu memastikan dokumen yang dipersiapkan relevan dengan kebutuhan shipment dan proses kepabeanan.
Sea Freight untuk Impor Besi & Baja
Sea freight menjadi salah satu metode yang paling banyak digunakan untuk material industri.
Kapasitas angkut besar membuat jalur laut lebih cocok untuk barang berat.
1. LCL
Less than Container Load dapat digunakan untuk shipment yang tidak membutuhkan satu container penuh.
Namun, keputusan tidak hanya berdasarkan volume.
Berat serta karakter barang juga harus dipertimbangkan.
2. FCL
Full Container Load cocok untuk shipment dalam jumlah besar.
Pilihan container harus disesuaikan dengan:
- ukuran;
- berat;
- jenis barang;
- metode handling.
Barang yang mempunyai dimensi khusus mungkin membutuhkan skema berbeda.
Air Freight untuk Komponen Industri
Air freight dapat digunakan untuk barang yang membutuhkan pengiriman lebih cepat.
Contohnya:
- spare part mesin;
- komponen produksi;
- sample produk;
- equipment tertentu;
- komponen untuk kebutuhan darurat.
Pengiriman udara biasanya memiliki biaya lebih tinggi dibandingkan jalur laut.
Karena itu, perusahaan perlu mempertimbangkan urgensi dan nilai barang.

Apa Itu Undername Import?
Undername import merupakan salah satu opsi yang dapat digunakan oleh perusahaan yang membutuhkan dukungan legalitas dalam proses impor.
Skema ini dapat dipertimbangkan apabila perusahaan:
- belum memiliki legalitas impor yang sesuai;
- baru memulai kegiatan impor;
- hanya mempunyai kebutuhan shipment tertentu;
- membutuhkan dukungan administrasi.
Penggunaan undername bukan berarti semua barang otomatis dapat diproses.
Jenis barang tetap harus diperiksa berdasarkan:
- HS Code;
- regulasi;
- spesifikasi;
- negara asal;
- dokumen;
- kondisi shipment.
Informasi yang transparan menjadi bagian penting dalam proses undername.
Faktor yang Memengaruhi Biaya Impor
Biaya impor tidak dapat ditentukan hanya dari satu komponen. Setiap shipment memiliki karakteristik berbeda sehingga total biaya biasanya dipengaruhi oleh jenis barang, asal pengiriman, metode transportasi, kebutuhan dokumen, hingga proses handling di Indonesia.
1. Berat dan Volume Barang
Material besi, baja, dan produk industri umumnya memiliki bobot cukup tinggi. Berat aktual maupun volume barang dapat memengaruhi perhitungan biaya pengiriman dan penanganannya.
Beberapa komponen yang dapat terdampak antara lain:
- Freight internasional
- Biaya handling
- Bongkar muat
- Trucking
- Penyimpanan sementara
- Kebutuhan alat penanganan khusus
2. Negara Asal Barang
Negara asal menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan biaya logistik. Jarak pengiriman, rute kapal atau pesawat, jadwal keberangkatan, serta ketersediaan jalur pengiriman dapat menghasilkan biaya yang berbeda.
Pengiriman dapat berasal dari berbagai negara, seperti:
- China
- Jepang
- Korea Selatan
- Thailand
- Vietnam
- Malaysia
- Singapura
- Turki
- Jerman
- Amerika Serikat
- Negara lainnya
3. Lokasi Supplier
Lokasi supplier juga perlu diperhitungkan, terutama jika gudang atau pabrik berada jauh dari pelabuhan maupun bandara keberangkatan. Kondisi tersebut dapat menambah biaya transportasi domestik di negara asal.
Komponen yang mungkin muncul meliputi:
- Pickup dari lokasi supplier
- Transportasi menuju warehouse
- Pengiriman ke pelabuhan
- Biaya handling lokal
- Biaya konsolidasi barang
4. Metode Pengiriman
Pemilihan metode pengiriman akan memengaruhi struktur biaya secara keseluruhan. Sea freight umumnya digunakan untuk barang besar atau berat, sedangkan air freight dapat dipertimbangkan untuk kebutuhan yang lebih cepat.
Pada pengiriman laut terdapat beberapa pilihan, seperti:
- LCL untuk muatan yang tidak memenuhi satu kontainer
- FCL untuk penggunaan satu kontainer penuh
- Pengiriman berdasarkan volume atau berat
- Penggunaan jenis kontainer tertentu sesuai karakter barang
5. Ketentuan dan Klasifikasi Barang
Jenis barang dan HS Code dapat memengaruhi kebutuhan dokumen, ketentuan impor, perizinan, serta komponen biaya lainnya. Karena itu, identifikasi barang sebaiknya dilakukan sejak awal sebelum proses pengiriman dimulai.
Data yang biasanya diperlukan mencakup:
- Nama dan jenis barang
- Material atau spesifikasi produk
- HS Code jika tersedia
- Negara asal
- Nilai barang
- Jumlah dan berat barang
- Ketentuan atau izin tertentu jika diperlukan
6. Handling dan Biaya Lokal
Setelah barang tiba di Indonesia, masih terdapat beberapa biaya lokal yang dapat muncul selama proses penyelesaian impor. Nilainya dapat berbeda tergantung pelabuhan, jenis barang, volume, metode pengiriman, dan layanan yang digunakan.
Komponen biaya lokal dapat mencakup:
- Port handling
- Customs clearance
- Storage
- Delivery order
- Bongkar muat
- Trucking ke lokasi tujuan
- Warehousing jika diperlukan
Karena setiap pengiriman memiliki kondisi berbeda, perhitungan biaya impor sebaiknya dilakukan berdasarkan data shipment secara lengkap agar estimasi yang diberikan lebih sesuai dengan kebutuhan aktual.

Kesalahan yang Perlu Dihindari
Proses impor besi, baja, dan material industri membutuhkan persiapan yang cukup detail. Kesalahan pada tahap awal dapat berdampak pada biaya, waktu pengiriman, hingga proses kepabeanan ketika barang tiba di Indonesia.
1. Mengirim Barang Sebelum Pemeriksaan
Supplier sebaiknya tidak langsung diminta mengirim barang sebelum ketentuan impornya diperiksa. Pemeriksaan awal membantu memastikan bahwa jenis barang, dokumen, serta persyaratan impor telah dipahami sebelum pengiriman dilakukan.
Hal yang sebaiknya diperiksa terlebih dahulu meliputi:
- Jenis dan spesifikasi barang
- HS Code
- Negara asal barang
- Dokumen pendukung
- Ketentuan atau izin impor
- Metode pengiriman yang digunakan
Langkah ini membantu mengurangi risiko kendala ketika barang sudah berada dalam perjalanan atau tiba di pelabuhan Indonesia.
2. Menggunakan HS Code Tanpa Verifikasi
HS Code yang diberikan supplier dari negara asal belum tentu otomatis sesuai dengan klasifikasi yang berlaku di Indonesia. Perbedaan klasifikasi dapat memengaruhi tarif bea masuk, pajak, hingga ketentuan perizinan.
Karena itu, HS Code sebaiknya diperiksa berdasarkan:
- Nama dan fungsi barang
- Material atau bahan
- Spesifikasi teknis
- Bentuk dan penggunaan produk
- Klasifikasi yang berlaku di Indonesia
Verifikasi sejak awal dapat membantu menghindari kesalahan dokumen dan perhitungan biaya impor.
3. Data Berat dan Ukuran Tidak Sesuai
Perbedaan berat, dimensi, atau volume barang dapat memengaruhi biaya pengiriman dan metode logistik yang digunakan. Data yang kurang akurat juga dapat menyebabkan perbedaan antara estimasi awal dan biaya aktual.
Packing list sebaiknya mencantumkan informasi secara lengkap, seperti:
- Gross weight
- Net weight
- Dimensi kemasan
- Jumlah kemasan
- Volume barang
- Jumlah unit atau quantity
Semakin akurat data yang diberikan, semakin mudah proses perhitungan biaya dan perencanaan pengiriman.
4. Memilih Partner Hanya Karena Murah
Harga memang menjadi salah satu pertimbangan penting, tetapi sebaiknya tidak menjadi satu-satunya dasar dalam memilih partner impor. Penawaran yang terlihat lebih murah belum tentu mencakup seluruh biaya dan proses yang dibutuhkan.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
- Kejelasan rincian biaya
- Pengalaman menangani jenis barang terkait
- Dukungan pemeriksaan dokumen
- Sistem monitoring pengiriman
- Penanganan customs clearance
- Respons komunikasi selama proses berjalan
Partner impor yang tepat sebaiknya mampu memberikan proses yang transparan, terstruktur, dan sesuai dengan kebutuhan barang yang akan diimpor.
Cara Memilih Jasa Impor Besi & Baja
Memilih jasa impor besi dan baja perlu dilakukan dengan cermat karena jenis barang, berat, volume, dokumen, serta proses pengiriman dapat berbeda dengan cargo umum. Partner yang tepat sebaiknya mampu menjelaskan proses sejak tahap konsultasi sampai barang tiba di tujuan.
1. Pilih Partner yang Memahami Cargo Industri
Besi dan baja memiliki karakteristik handling khusus, terutama karena bobot, dimensi, bentuk material, serta kebutuhan pengamanan selama pengiriman. Partner impor sebaiknya memahami kebutuhan cargo industri agar proses pengiriman dapat direncanakan dengan lebih tepat.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Pengalaman menangani material berat
- Pemahaman terhadap produk industri
- Penyesuaian metode pengiriman
- Penanganan barang berukuran besar
- Koordinasi proses bongkar dan pengiriman
2. Pastikan Ada Proses Pemeriksaan
Penyedia jasa impor yang baik umumnya akan meminta informasi produk sebelum memberikan estimasi biaya atau menentukan skema pengiriman. Data awal tersebut digunakan untuk mempelajari karakter barang dan kebutuhan shipment.
Informasi yang biasanya diperlukan meliputi:
- Nama dan jenis barang
- Negara asal
- Berat dan dimensi
- Jumlah barang
- Spesifikasi produk
- HS Code jika tersedia
- Dokumen pendukung yang relevan
Pemeriksaan awal membantu mengurangi risiko perbedaan informasi ketika proses impor sudah berjalan.
3. Periksa Transparansi Biaya
Pastikan komponen biaya yang tercantum dalam penawaran dapat dipahami dengan jelas. Jangan hanya melihat nilai akhir, tetapi perhatikan layanan apa saja yang sudah termasuk dan biaya tambahan apa yang mungkin muncul selama proses pengiriman.
Beberapa komponen yang dapat ditanyakan antara lain:
- Biaya freight
- Customs clearance
- Handling
- Trucking
- Warehousing jika diperlukan
- Biaya administrasi
- Biaya tambahan berdasarkan kondisi shipment
Transparansi sejak awal akan membantu perusahaan menyusun anggaran impor dengan lebih terukur.
4. Perhatikan Komunikasi
Komunikasi menjadi bagian penting dalam proses impor karena setiap shipment dapat melibatkan beberapa tahapan dan pihak. Pilih partner yang mudah dihubungi serta mampu memberikan informasi perkembangan proses secara jelas.
Hal yang sebaiknya diperhatikan meliputi:
- Respons konsultasi yang jelas
- Informasi proses yang mudah dipahami
- Update status pengiriman
- Koordinasi jika terdapat perubahan
- Kemudahan menghubungi PIC atau tim operasional
Komunikasi yang baik membantu perusahaan memantau proses impor dan mengambil keputusan lebih cepat apabila terdapat kebutuhan tambahan selama shipment berlangsung.

Mengapa Menggunakan Steel Quota Indonesia?
Steel Quota Indonesia membantu kebutuhan impor besi, baja, material industri, serta layanan undername import untuk perusahaan dan pelaku usaha. Layanan ini didukung oleh PT Berkah Laksamana Chengho (BLC Cargo) yang menangani berbagai kebutuhan proses impor dan logistik dari luar negeri ke Indonesia.
1. Fokus pada Kebutuhan Besi dan Baja
Steel Quota Indonesia memiliki fokus pada kebutuhan impor material besi, baja, dan berbagai produk industri. Pendekatan ini membantu proses konsultasi menjadi lebih relevan karena jenis barang, spesifikasi, negara asal, serta kebutuhan pengiriman dapat diperiksa sejak awal.
Beberapa jenis material yang dapat dikonsultasikan antara lain:
- H-Beam dan WF / Wide Flange
- Plat baja dan steel coil
- Pipa besi dan pipa baja
- Stainless steel dan galvanized steel
- Structural steel
- Fitting dan flange
- Mur, baut, dan fastener
- Komponen mesin dan material industri lainnya
2. Mendukung Kebutuhan Perusahaan
Layanan Steel Quota Indonesia dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan impor perusahaan dengan skala dan jenis kebutuhan yang berbeda. Prosesnya dapat disesuaikan berdasarkan karakter barang, volume pengiriman, dokumen, serta kebutuhan operasional perusahaan.
Layanan ini relevan untuk berbagai sektor, seperti:
- Distributor besi dan baja
- Supplier material industri
- Perusahaan konstruksi
- Kontraktor dan developer
- Manufaktur dan fabrikasi
- Engineering dan perusahaan proyek
- Trading company
3. Mendukung Berbagai Negara Asal
Kebutuhan impor tidak terbatas pada satu negara tertentu. Steel Quota Indonesia melayani konsultasi dan proses pengiriman barang dari berbagai negara asal dengan menyesuaikan jalur logistik yang diperlukan.
Beberapa negara yang tercakup dalam layanan antara lain:
- China
- Jepang
- Korea Selatan
- Thailand
- Vietnam
- Malaysia
- Singapura
- Turki
- Jerman
- Amerika Serikat
- Negara lainnya sesuai kebutuhan impor
Pilihan pengiriman dapat disesuaikan menggunakan jalur laut maupun udara berdasarkan jenis barang, volume, urgensi, dan kebutuhan biaya.
4. Konsultasi Undername Import
Steel Quota Indonesia juga menyediakan layanan konsultasi undername import bagi perusahaan atau pelaku usaha yang membutuhkan dukungan dalam proses administrasi dan pelaksanaan impor.
Proses konsultasi dapat mencakup:
- Pemeriksaan awal jenis barang
- Identifikasi kebutuhan dokumen
- Penyesuaian skema impor
- Perencanaan pengiriman
- Customs clearance
- Freight forwarding
- Door to door
- Trucking dan warehousing
- Monitoring proses impor hingga penyelesaian
Dengan proses konsultasi sejak awal, kebutuhan impor dapat dipersiapkan secara lebih terstruktur sesuai karakter barang dan kebutuhan perusahaan.
Data yang Perlu Disiapkan Sebelum Konsultasi
Sebelum menghubungi penyedia jasa impor, siapkan informasi berikut:
- nama barang;
- foto produk;
- spesifikasi;
- material;
- fungsi barang;
- HS Code jika tersedia;
- negara asal;
- lokasi supplier;
- jumlah barang;
- berat;
- volume;
- dimensi;
- invoice;
- packing list;
- lokasi tujuan.
Semakin lengkap data yang diberikan, semakin mudah proses pemeriksaan awal dilakukan.
Konsultasikan Jasa Impor Besi & Baja Anda
Proses impor besi dan baja membutuhkan persiapan yang baik sejak sebelum pengiriman dilakukan.
Pemeriksaan HS Code, dokumen, karakter barang, metode transportasi, legalitas importir, serta kebutuhan kepabeanan dapat membantu perusahaan menjalankan proses dengan lebih terarah.
Jika perusahaan Anda berencana mengimpor H-Beam, WF, steel plate, steel coil, pipa baja, stainless steel, fitting, flange, structural steel, fastener, komponen mesin, atau material industri lainnya, konsultasikan kebutuhan tersebut bersama Steel Quota Indonesia.
Siapkan informasi barang, spesifikasi, negara asal, jumlah, berat atau volume, dan HS Code apabila tersedia.
- Steel Quota Indonesia PT Berkah Laksamana Chengho — BLC Cargo
- WhatsApp: 0852-2200-5884
- Jam Operasional: 09.00–17.00
Hubungi tim kami untuk memulai konsultasi awal mengenai kebutuhan impor besi dan baja perusahaan Anda.